Prioritas Keberapa

Untuk post kali ini akan gw tulis dalam bahasa Indonesia (karena otak lagi lebih produktif dalam bahasa Indonesia -- alasan macam apa ini? Hahaha). Tapi seperti biasa, pasti ada sisipan-sisipan bahasa Inggrisnya, jadi mohon dimaklumi.

Jadi.... yang mau gw ceritain kali ini adalah pemikiran yang terpicu oleh saat dimana salah satu relatives gw meng-add gw di Blackberry Messenger (maap ya eike masih pake BBM). Dan seperti biasa selalu diawali dengan basa-basi. She asked how I'm doing, whether I still remember who she is or not, bla bla bla, dan sampai akhirnya keluarlah statement ini... "ade udah gede ya. Pasti sekarang udah punya pacar..."

BAM!

"...udah gede ya. Pasti sekarang udah punya pacar..."

Somehow, kalimat itu tuh meng-imply, kalo udah gede, kita harus punya pacar (well that's how I perceived it, but I may be wrong too).  Dan pada saat itu juga, I went to antara kasian dan kesal karena ternyata masih ada orang yang berpola pikir seperti itu. Pola pikir seperti apa? Seakan-akan tujuan kita menjadi lebih tua (atau mungkin mereka pikir lebih dewasa) adalah hanya untuk mencari pasangan. Gw ga mau munafik by saying I don't want a boyfriend. I do. Tapi I know, at this age, hal itu bukanlah prioritas utama gw (dan pada saat yang bersamaan itu mungkin menjadi prioritas utama orang lain). Masih ada lebih banyak hal yang menjadi prioritas yang lebih utama di bandingkan hanya mencari pacar. Keluarga, studi, karir, semua itu harusnya datang sebelum pasangan.

I know I've talked about this a million times, tapi itu karena gw mau meyakinkan kalian semua yang membaca ini that it is perfectly okay to be single! Ga ada yang perlu kalian takutin & raguin hanya karena kalian single. Bahkan harusnya kalian berbahagia karena kalian masih diberikan waktu yang jauh lebih banyak untuk kalian membuat karya.

Jadi, pacaran prioritas keberapa Fem? Honestly, I don't know exactly where it is on my priority list right now. Tapi yang pasti, hal itu bukanlah fokus gw saat ini.